Pendidikan Di Uncen Menjadi Perhatian Utama Menko Maritim

Menteri Koordinator Kemaritiman, Jenderal (Purn) Luhut B. Pandjaitan melakukan tatap muka dialog dengan Civitas Akademika Uncen di Hotel Aston Jayapura (11/08). Hadir bersama dengan rombongan Menteri, delapan orang Profesor dari Amerika, yang diminta Pemerintah untuk membantu Pendidikan di Indonesia, khususnya Papua. Selain dihadiri Civitas akademika Uncen turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pangdam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian, Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Ketua DPRD Yunus Wonda. SH.,MH, serta Setda Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen.

Rektor Uncen Dr. Onesimus Sahuleka,SH.M.Hum sangat mengapresiasi dan menyambut baik Inisiatif Menteri yang datang untuk melihat Dinamika perkembangan pendidikan di Papua khususnya di Uncen, apalagi disertai dengan para Ilmuwan dari Amerika yang menandakan betapa besar perhatian beliau terhadap pendidikan. Demikian ungkapan Rektor yang disampaikan lewat sambutannya. Masih dalam sambutannya, beliau banyak menyampaikan tentang masalah-masalah yang terjadi di Uncen saat ini, seperti minimnya fasilitas belajar-mengajar, SDM (tenaga pendidik) masih banyak yang program S1. Secara rinci penjelasan tentang Uncen disampaikan oleh Dr. Frans Asmuruf (Pembantu Dekan 1 F. MIPA sebagai sekretaris Senat Universitas), yang banyak memaparkan tentang kelemahan dan keunggulan yang dimiliki Uncen.

Selanjutnya Menteri Kemaritiman dalam kesempatan ini menyampaikan rencana kedepan bagi pendidikan di Papua namun beliau mempersilahkan para profesor untuk memperkenalkan diri sebelumnya dan ketika perkenalan berlangsung salah seorang Profesor menyampaikan kekesalannya dan mengatakan bahwa mereka ditolak untuk mengambil data di Uncen.

DSC_0050 -humas DSC_0057 -humas DSC_0100 - humas

Terhadap pernyataan tersebut, Rektor mengklarifikasi bahwa surat yang dikirim baru saja diterima oleh Rektor dan kedatangan para Profesor yang secara tiba-tiba membuat Rektor tidak dapat berbuat banyak apalagi saat itu Rektor sedang memimpin Rapat PKKMB dan tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada mereka. Suasana sempat terkesan tidak nyaman dan saling berdebat dikarenakan miskomunikasi. Segera Menko Kemaritiman Jend. (Purn). Luhut B. Pandjaitan  meminta supaya masalah yang ada segera diklarifikasi setelah pertemuan.

Selanjutnya, Menko Kemaritiman Jend. (Purn). Luhut B Pandjaitan mengatakan bahwa dari awal ketika beliau masih menjabat Menkopolhukam, sudah berulang-ulang meminta supaya diundang ke Uncen untuk memberi Kuliah Umum namun tidak pernah kesampaian bahkan pertemuan yang terjadi di Aston saat ini kurang disetujui oleh beliau. Kedatangan beliau yang didampingi 8 orang Profesor dari Amerika yang memiliki hak paten, bertujuan ingin mengangkat Uncen menjadi Perguruan Tinggi dengan peringkat 40 besar di Indonesia. itu sebabnya para profesor membutuhkan data-data terkait pendidikan di Uncen.

Dengan nada tegas Beliau banyak bicara tentang pendidikan khususnya di Uncen yang merupakan Universitas tertua di Papua. Sehubungan dengan seringnya terjadi aksi demo di Uncen, dengan tegas beliau katakan “Disiplin harus diajarkan kepada mahasiswa” harus disiplin kalau mau berhasil, dan jangan sampai karena tidak disiplin maka Uncen akan dijajah dan tertinggal jauh secara Intelektual.

“Jika Papua mau berhasil, Perbaiki Pendidikan lebih dahulu, jangan sampai menyesal kelak, jangan biarkan Uncen diatur oleh orang lain / oleh mahasiswa. Jika mahasiswa masih berdemo, berarti ada Kapolda yang akan menanganinya. Uncen harus bersih dan anak-anak Papua harus dididik secara Intelektual. Sampai kapan Papua akan begini terus ?”, katanya.

********* humas uncen/MS********

No Response

Leave a reply "Pendidikan Di Uncen Menjadi Perhatian Utama Menko Maritim"